"Kebetulan kita punya pegawai kecamatan yang ahli Biologi, jadi saya serahkan saja urusan penyembuhan pohon-pohon yang rusak ke pegawai tersebut," kaat Camat Lengkong Lusi Susilayani saat ditemui detikbandung di kantornya di Jalan Talaga Bodas.
Jadi, imbuhnya, kegiatan tersebut bukan atas instruksi Dinas Pertamanan Kota Bandung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diketahui pengulitan pohon terjadi di Jalan Talaga Bodas, Gatot Subroto, dan Naripan. Namun dari pemantauan detikbandung pengobatan baru dilakukan di sepanjang Jalan Talaga Bodas, karena bahan pengobatan pohon habis.
"Di Gatot Subroto akan kita lakukan tindakan yang sama, tapi bahannya habis sehinga harus menunggu bahannya datang dulu," kata Lusi.
Dari pantauan detikbandung pohon yang dikuliti tersebut diberikan tanah di sekeliling batang yang rusak dan ditutupi dengan serabut kelapa.
Diketahui pula, sekitar 60 lebih pohon di Bandung dikuliti batang pohonnya. Bahkan pohon karet bengol yang digunakan sebagai pemanis Jalan Braga juga bernasb sama dengan pohon yang ada di Jalan Talaga Bodas, Naripan, dan Gatsu. (ahy/ern)










































