Hal tersebut dikatakan ketua panitia Enk Ink Enk Aditya Arga Sasmita yang divonis 2,5 tahun oleh PN Bandung karena terbukti lalai dalam penyelenggaraan sebuah pertunjukan dan menyebabkan 11 orang penonton tewas, saat ditemui di Penjara Kebonwaru, Bandung, Senin (9/2/2009).
Kepada detikbandung Adit menuturkan jika selama ini scene indie Bandung termasuk yang terbesar di Asia Tenggara. Terlebih dengan kemunculan kreativitas kaum muda Bandung melalui produk distro dan clothingnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita dideskreditkan. Kenapa hanya distro yang diayomi pemerintah, padahal cikal bakal disto dan clothing salah satunya tumbuh dari musik underground," jelas Adit.
"Jangan-jangan ada sesuatu di dalam yang hanya ingin dimanfaatkan pemerintah dengan mengayomi komunitas distro dan clothing, dan menyisihkan kamunitas musik underground," sambung Adit.
Adit mengatakan jika pemerintah tidak boleh menutup mata dari kejadian konser maut setahun silam. Setidaknya, kata Adit, pemerintah memberikan fasilitas memadai untuk komunitas yang dinilainya turut membesarkan nama Bandung dui kancah internasional.
"Pemerintah jangan tutup mata hanya karena kejadian kemarin," pungkasnya.
Meski harus mendekam 2,5 tahun di dalam penjara, Adit merasa tidak kapok dengan kejadian yang menewaskan 11 orang penonton pada saat konser grup band Beside. "Maju terus," tandasnya
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(ahy/ern)










































