Dari sumber detikbandung yang berada di lingkungan ITB disebutkan, jika Dwi sebelumnya sempat mengikuti kegiatan semacam ospek di luar kampus yang dilaksanakan di kawasan Gunung Batu Pasteur sejak Sabtu (7/2/2009).
Masih dari sumber tersebut, sebelum menghembuskan nafas terakhirnya dia sempat mendapat pertolongan dari Atlas Medical Pioneer (AMP) dan perawatan di RS Borromeus.
Jenasah Dwi sendiri telah dibawa ke rumahnya di Jalan Galaksi, Bekasi. Hingga saat ini belum jelas penyebab tewasnya . Belum ada keterangan resmi dari pihak ITB terkait kematian Dwi.
Menurut kabar terakhir, orangtua Dwi menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jenasah anaknya serta meminta laporan pertanggungjawaban dari ITB.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(ahy/ern)











































