Salah seorang warga, Warsito (45), mengatakan pada 2006 lalu PLN berjanji memberikan ganti rugi dengan program tali kasih. Bangunan semi permanen diganti Rp 25 ribu per meter. Sementara rumah panggung Rp 20 ribu. Namun hingga saat ini belum juga ditepati.
Menurut dia, wilayahnya yang berada di jalur Sutet berdampak pada kesehatan warga dan harga tanah yang turun karena tidak diminati pembeli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga lainnya, Tintin Kartini (60), mengaku memiliki 1 hekatare yang berdiri beberapa rumah dan satu kolam pancing. "Sudah banyak yang berminat beli, tapi ketika tahu berada di jalur sutet, urung membeli," ujarnya.
Tawaran tertinggi sebesar Rp 2 miliar. "Tapi enggak jadi saat cek ke lapangan, ternyata di bawah Sutet," kata Tintin.
Mereka datang sekitar pukul 11.00 WIB. Hingga pukul 14.20 WIB, warga masih bertahan. Mereka duduk-duduk di halaman kantor PLN. Warga menunggu pertemuan dengan pihak PLN.
(ern/ern)