Ketua Panwaslu Mahi H Hikmat berdalih tidak ada asuransi untuk itu. "Kami ngeri ngambilnya karena terlalu tinggi," ujar Mahi ketika ditemui saat sosialisasi aturan kampanye di Aula KPU Jabar, Rabu (4/2/2009).
"Waduh, Panwas belum ada asuransinya," sambung Mahi.
Mahi mengatakan tak hanya panwaslu, dinas terkait juga tidak menyita alat atau atribut-atribut parpol-parpol yang menancap di ketinggian tersebut. "Bisa jadi alasannya sma dnegan panwas," ujar Mahi.
Karena hal ini, panwas mengaku mendapat kritikan yang menyebutkan panwas tebang pilih dalam melakukan sosialisasi. "Kita lakukan saja sebisanya. Kasihan panwas belum punya asuransi," katanya.
Menanggapi hal itu, seorang kader Partai Syarekat Indonesia Ferry A berseloroh agar panwaslu meminta bantuan pecinta alam untuk mencopotnya.
Β
"Coba saja minta bantuan Wanadri misalnya untuk mencopot bendera di baligo itu," ujar Ferry yang menghadiri rapat koordinasi di KPU Jabar.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (ahy/ern)











































