Hal tersebut dikatakan oleh Sekretaris Distam Kota Bandung Arif Prasetya kepada detikbandung, Rabu (3/2/2009). Menurut Arif penuntasana masalah tersebut mau tak mau mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Untuk mengatasi dua masalah tersebut Distam akan mengganti pohon beracun dan membuat kerombong.
"Anggaran 2009 kan sudah dibuat di tahun 2008, paling juga kita akan usulkan di APBD perubahan," kata Arif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seperti pembuatan kerombong untuk pohon yang dikuliti saja membutuhkan biaya yang agak mahal," katanya singkat.
Khusus untuk penggantian pohon-pohon yang dikuliti Distam akan menggunakan bibit pohon mahoni yang tersedia di Distam sendiri. "Kita pakai stock penyulaman yang ada dulu," ujar Arif.
Sedangkan untuk Oleander Nerium atau pohon mentega dan pohon Bintaro, Distam akan fokuskan dulu di taman-taman yang sering dikunjungi oleh masyarakat. Untuk tahap awal hanya labelisasi "Di taman kita akan labelisasi jika tanaman tersebut beracun agar masyarakat dapat mengetahuinya," ujar Arif.
Sebelumnya, Arif menemukan lebih dari 60 pohon mahoni yang tersebar di Jalan Talaga Bodas, Naripan, dan Gatot Subroto dengan keadaan mengenaskan. Rata-rata dari pohon-pohon tersebut batang pohonnya dikuliti.
Distam menduga pelaku pengulitan pohon di sejumlah titik tersebut adalah orang stres yang keluar di tengah malam dan selalu membawa senjata tajam.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (ahy/ern)










































