"Di Talaga Bodas ini kami temukan 34 pohon yang dikuliti dengan sengaja oleh manusia," kata Sekretaris Distam Bandung Arif Prasetya ditemui di kantor Camat Lengkong, Jalan Talaga Bodas, ketika melakukan pengecekan lapangan kondisi pohon di Bandung, Selasa (3/2//2009).
Selain di Talaga Bodas, Arif mengatakan Distam juga menemukan hal yang serupa di Jalan Gatot Subroto dan Naripan. Di Gatsu terdapat 20 pohon dan di Naripan sebanyak 10 pohon. Mayoritas pohon-pohon yang dikuliti tersebut adalah bibit pohon mahoni.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Arif, pohon tersebut dirusak dengan cara dikuliti bagian batang pohonnya dengan pisau. "Seperti pisang yang dikuliti sebelum dimakan," jelas Arif.
Menurutnya dengan dikuliti bagian kulit pohon maka dapat mengakibatkan pohon sakit bahkan bisa sampai mati. "Kalaupun pohon tersebut bisa tumbuh bisa jadi bagian atasnya tumbuh lebih besar dan itu juga membahayakan," kata Arif.
Arif menuturkan dirinya telah mengumpulkan sejumlah informasi seputar pengerusakan pohon-pohon ini. Namun sampai saat ini Arif belum dapat menetapkan siapa orang yang bertanggungjawab atas kerusakan ini. "Motifnya saja saya tidak tahu, maksudnya menguliti itu apa?" ketus Arif.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (tya/ahy)










































