Kasatreskrim Polresta Bandung Timur AKP Jamudin Pasaribu mengatakan kematian Yadi murni kecelakaan. "Tapi untuk menyelidiki penyebab kasus ini, kami akan memeriksa sejumlah saksi mata," ujarnya ditemui di lokasi kejadian, Gedebage, Selasa (3/2/2009).
Sementara itu saksi mata yang juga rekan korban, Ade Suparman (21), menuturkan pada saat kejadian sekitar pukul 11.30 WIB, Yadi sedang memperbaiki alat bongkar muat petikemas atau forklif yang macet. Posisi Yadi berada di kolong forklif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah Ade menjauh, tak lama kemudian terdengar bunnyi 'kreek..' dari arah forklif. Lalu Yadi ke luar dan tiba-tiba bruuk...forklif jatuh dari ketinggian 10 meter. "Saat ke luar, Yadi terlihat panik. Dia tergencet, kepalanya pecah dan tangannya remuk," ujar Ade.
Menurutnya Yadi telah bekerja sebagai mekanikn selama 20 tahun di di depo peti kemas pengawasan Bawean. Sebelumnya pihak kepolisian menyatakan Yadi merupakan pegawai bengkel PT Sagita peti kemas di Gede Bage.
(ern/ern)











































