Satu Hari, Empat Wanita Terjangkit Kanker Serviks

Satu Hari, Empat Wanita Terjangkit Kanker Serviks

- detikNews
Selasa, 03 Feb 2009 14:09 WIB
Satu Hari, Empat Wanita Terjangkit Kanker Serviks
Bandung - Kanker mulut rahim diduga sebagai penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Meski belum ada data yang pasti jumlah korban keganasan kanker ini, para dokter mengasumsikan tiap 1 hari terdapat 3-4 kasus.

Demikian disampaikan dr Yudi Mulyana Hidayat, dokter kandungan sub bidang kanker di RSHS, saat konferensi pers tentang simposium Gynecology and Pelvic Surgery In Practice, Selasa (3/2/2009).

Menurutnya, penyakit ini berbahaya karena tidak diketahui sebabnya.

"Gejalanya susah ditemukan. Kadang mereka yang datang ke spesialis sudah berada pada stadium kanker yang tinggi," ujar Yudi yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia simposium itu.

Rata-rata penyakit kanker serviks atau mulut rahim ini pada usia 30 tahun ke atas. Namun, pada perkembangannya, pasien bisa mendera perempuan usia 21 tahun. Risiko tertinggi terjadi pada perempuan yang telah melakukan hubungan seksual. "Mungkin virusnya makin ganas sekarang," katanya.

Selain karena susah terdeteksi, Yudi mengatakan penyebab terjadinya kasus karena kelompok perempuan masih malu untuk memeriksakan diri ke dokter. Hal ini banyak terjadi baik di kota besar maupun di daerah.

"Persoalan kultur dan rasa malu menyebabkan pasien yang datang sudah terlambat alias stadiumnya sudah tinggi," jelasnya.

Karena gejala kanker serviks susah ditebak, Yudi menganjurkan agar kelompok perempuan yang telah melakukan hubungan seksual mau memeriksakan diri ke dokter. Dengan begitu bisa teliti ada tidaknya tanda kanker pada jaringan mulut rahimnya. Setelah pemeriksaan, perempuan juga harus disuntik vaksin Human Papilloma Virus (HPV).

Vaksin itu juga bisa digunakan untuk perempuan yang belum pernah melakukan hubungan seksual. Menurut Yudi, vaksin bisa diberikan pada perempuan muda berusia 10 tahun. "Selebihnya gaya hidup sehat dan jangan berganti-ganti pasangan seksual," katanya.

(rks/ern)


Berita Terkait