Henry mengaku dirinya tidak mengetahui jika ada rumah warga yang retak akibat pembangunan hotelnya.
Henry mengaku sangsi jika ada rumah yang retak akibat kegiatan pemancangan pasak ke bumi. "Kami menggunakan sistem bor, bukan dipancangkan ke bumi," ujar Henry.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lagipula kalau memang dipancangkan tentu rumah Pak Henry yang duluan retak, kan proyeknya juga bersebelahan dengan rumahnya," ujar Hendri.
Lebih lanjut Henry mengatakan ada bagian dari masyarakat yang jadi provokator sehingga masalah ini menjadi besar seperti sekarang. "Prinsip kami, kami tidak mau merugikan siapapun. Saya siap bertanggungjawab jika ada pihak yang dirugikan," tantang Henry.
Mengenai adanya warga yaitu Ibu Nina (64) yang mengungsi akibat tidak betah lagi tinggal di rumahnya akibat pembangunan hotelnya, Henry menuturkan bahwa ibu Nina telah mengungsi sejak bulan 5 atau Mei. "Saya mulai membangun itu bulan 6 (JUni)," kata Henry. Sehingga Henry tidak tahu alasan yang sebenarnya dari pindahnya ibu Nina tersebut.
Henry kemudian menuturkan luas tanah yang dimilikinya itu seluas 7.756 meter persegi. "4.750 meter persegi adalah luas rumah saya, dan 3006 meter persegi itu untuk hotel," kata Henry.
Namun menurutnya, 3.006 meter persegi tersebut tidak akan seluruhnya dijadikan bangunan. "Pokoknya KDB tidak akan lebih dari 20 persen," ujar Henry.
(tya/ern)










































