Batal Berkunjung, Ketua Dewan Minta Maaf Pada Warga

Demo Hotel Four R

Batal Berkunjung, Ketua Dewan Minta Maaf Pada Warga

- detikNews
Senin, 02 Feb 2009 12:22 WIB
Batal Berkunjung, Ketua Dewan Minta Maaf Pada Warga
Bandung - Ketua DPRD Kota Bandung Husni Muttaqien meminta maaf kepada warga Rancabentang mengenai batalnya kunjungan ke proyek Hotel Four R, Selasa (27/1/2009) lalu. Sebelumnya warga sempat marah karena surat pemberitahuan pembatalan, terlambat diterima warga.

Pernyataan tersebut dinyatakan Ketua dewan saat membuka rapat koordinasi pembahasan masalah pembangunan Hotel Four R di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Bandung, Jalan Aceh, Senin (2/2/2009).

"Saya kaget ketika mendengar surat tersebut baru sampai hari selasa dan warga menunggu kami," kata Husni.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Padahal, imbuhnya, surat pengunduran kunjungan ke proyek pembangunan Hotel Four R atau Henry Palace telah ditandatangani pada hari Jumat (23/1/2009). Pengunduran kunjungan, menurut Husni karena harus ada koordinasi terlebih dahulu dengan Komisi A dan C DPRD Kota Bandung.

"Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya pada warga Rancabentang karena kami tidak jadi berkunjung ke Ranca Bentang karena harus koordinasi dengan komisi A dan C," ucap Husni.

"Bukan niat kami yang tidak baik, semoga tidak terjadi lagi keterlambatan surat semacam ini," sambungnya.

Di tempat yang sama, perwakilan warga Ranca Bentang, Hendra Kurniawan, yang turut hadir dalam rapat tersebut menuturkan kekecewaanya karena batalnya kunjungan ketua dewan seperti yang dijanjikan dalam audensi yang pernah dilakukan.

"Jujur saya katakan saya kecewa minggu lalu bapak tidak jadi datang, padahal kami ingin bapak merasakan ketidaknyamanan warga akibat pembangunan tersebut," kata Hendra.

Sebelumnya, warga Ranca Bentang mendatangi DPRD Kota Bandung untuk menyuarakan penolakan pembangunan Hotel Four R yang rencananya dibangun 15 lantai tersebut. Warga menilai akibat pembangunan tersebut hidup warga menjadi tidak nyaman akibat pembangunan sehingga menyebabkan tembok rumah sebagian warga retak.

Bukan itu saja. Warga juga mengeluhkan kurannya air akibat pengeboran yang dilakukan pihak pengembang hotel. Penolakan warga berujung pada pembangunan portal setinggi 2,5 meter yang dimaksudkan agar kendaraan-kendaraan proyek tidak mampu masuk ke lokasi proyek.



Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (ahy/ern)


Berita Terkait