"Tidak ada di taman-taman kota. Pohon-pohon tersebut hanya berada di median-median jalan," kata Kabid Penghijauan Distam Kota Bandung Sumitro, saat menghadiri acara Pencanangan Gerakan Pemberdayaan Lingkungan Hidup di Kawasan Padat Penduduk, di Jalan Zakaria Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, Sabtu (31/1/2009).
Lagipula, imbuh Sumitro, tanaman tersebut bukan tanaman baru. Bahkan banyak ditemukan di kota-kota lain dan ditanam di median-median jalan.
"Di Jakarta juga banyak," kata Sumitro mencontohkan.
Lebih lanjut Sumitro menuturkan, jika tanaman Oleander Nerium dan Pohon Bintaro dipilih Distam sebagai pemanis media jalan karena kedua pohon ini termasuk tanaman kuat dalam bertahan hidup dan aspek tumbuhnya yang cepat.
"Keduanya bisa bertahan di media seperti apapun," kata Sumitro.
Sementara itu dari kesimpulan sementara hasil penelitian yang dilakukan pihaknya bersama Fakultas Pertanian Unpad, didapatkan bahwa Oleander Nerium memiliki nilai guna selain racun. "Racun yang terkandung juga berfungsi sebagai pestisida alami," jelas Sumitro.
Sebelumnya, staf pengajar Biologi Unpad Profesor Aseng Ramlan menyatakan menemukan pohon-pohon beracun di Bandung. Pohon-pohon tersebut, katanya, tersebar di taman-taman kota Bandung.
Mendengar laporan demikian, Wali kota Bandung Dada Rosada memerintahkan Distam untuk menyelidiki kebenaran terkait temuan racun dalam pohon Oleander Nerium dan Pohon Bintaro yang dapat menyebabkan kelumpuhan tersebut.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (ahy/ahy)











































