Sesuai dengan aturan internasional, balita yang kekurangan serum di bawah 20 mikrogram per desiliter berarti berpotensi mengalami penyakit. Paling fatal adalah kebutaan.
"Walau belum ada ditemukan kebutaan di Jabar, tapi kondisi itu tidak boleh terjadi lama," ujar Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Barat Alma Lucyati saat konferensi pers di kantornya, Jumat (30/1/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau angka yang kekurangan kurang dari 15 persen dari populasi belum menjadi masalah nasional," katanya.
Dinas kesehatan mendata balita yang kekurangan vitamin A itu berada di Indramayu, Kota Bekasi, Kabupaten Sumedang, Tasikmalaya, Kuningan, Kota Banjar dan Kota Depok. Sedangkan untuk bayi, berada di Kota Bekasi, Karawang, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kota Banjar.
"Semua daerah itu termasuk daerah merah," tambahnya.
Untuk mengurangi daerah merah itu, Dinkes akan menyelenggarakan bulan pemberian vitamin A pada Februari dan Agustus. Kegiatan itu akan berlangsung di puskesmas dan posyandu se-Jabar. Target balita dan bayi yang akan disambangi berjumlah 462.363 balita dan 3.126.133 bayi.
"Target kita 100 persen balita dan bayi bisa terpenuhi vitamin A. Namun saya himbau masyarakat untuk memberi asupan sayuran dan buah untuk bayi mereka," himbaunya.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (rks/ahy)










































