"Kami inginΒ berikan service yang terbaik untuk tamu kami. Itulah makanya kami mengundang provider untuk pasang wifi di kami," ujar IT Supervisor Hotel Grand Preanger Bandung Doni Mediono saat ditemui di Busines Center Hotel Grand Preanger, Jalan Asia Afrika No 81, Jumat (30/1/2009).
Hal yang sama juga diterapkan oleh Novotel Bandung. Padahal nilai investasinya tidaklah murah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbeda dengan kedua hotel tersebut, Sheraton Bandung Hotel and Towers tidak menggratiskan akses internetnya dengan alasan tidak ingin kenyamanan tamunya terganggu.
Manager IT Sheraton Bandung Hotel and Towers, Agus Wuryanto mengaku akses internet di tempatnya tidak gratis. Tamu atau pengunjung hotel yang ingin berinternet harus membeli oucher yang bisa ditentukan waktunya.
"Di kita memang sengaja tidak diberikan free. Karena kalau diberi free takutnya nanti banyak yang datang ke sini hanya untuk mendapatkan akses internet saja. Di samping itu juga karena kita bekerjasama dengan provider," kata Agus Wur, demikian dia akrab dipanggil.
Walaupun seperti itu, bukan berarti Sheraton Bandung tidak memberikan akses internet gratis bagi tamu yang menginap di hotel ataupun di towers.
Marketing Communication Manager Sheraton Bandung Hotel and Towers Eddy Soenarno mengatakan pihaknya menyediakan fasilitas internet gratis.
"Asal datang ke fasilitas terbaru kami yakni Link@Sheraton, tamu bisa bebas berinternet. Ada 5 unit PC dan 1 unit office printer yang bisa digunakan," kata Eddy.
Falistas yang baru dilanching awal tahun ini menghabiskan invastasi mencapai Rp 500 juta. Terletak di lobby hotel, dekat dengan bar dan restoran, Link@Sheraton didukung oleh Microsoft.
(afz/ern)











































