Keluarga Sempat Datangi Perusahaan dan Rumah Bos Mira

Alumnus Unpad Hilang

Keluarga Sempat Datangi Perusahaan dan Rumah Bos Mira

Baban Gandapurnama - detikNews
Jumat, 30 Jan 2009 11:57 WIB
Keluarga Sempat Datangi Perusahaan dan Rumah Bos Mira
Bandung - Pencarian kejelasan keberadaan Mira Sartika (27) oleh pihak keluarganya, pernah dilakukan
setahun setelah alumnus Unpad itu mengaku berada di Malaysia. Keluarga pun berusaha menggali informasi ke kantor dan rumah pimpinan perusahaan tempat Mira bekerja di Jakarta.

"Sekitar 2007 dan awal 2008, keluarga mencari informasi ke Jakarta. Kami mendatangi
perusahaan tempat Mira bekerja yang bernama Majestic Coorporate. Kantornya berlokasi
di Menara Imperium," kata Iman Susilo, kakak kandung Mira, saat ditemui di kediaman orangtua Mira, Kamis (29/1/2009).

Selain ke kantor, keluarga pun mendatangi rumah bosnya Mira. "Kalau tidak salah namanya
Amaryanto. Rumahnya beralamat di Jalan Pejaten, lokasinya dekat bangunan SMP," tambahnya.

Menurut pengakuan Iman, kala itu pihak keluarga sempat tiga kali menyambangi rumah pimpinan perusahaan. Keluarga pun bertemu dan meminta nomer telepon Mira beserta alamat tinggalnya di Malaysia.

Memang, kata Iman, bosnya memberi nomer ponsel dan alamat tinggal Mira di Malaysia. Akan tetapi, lanjut dia, ternyata nomer ponselnya tidak bisa dihubungi. Alamat yang diberikan pun tak jelas.

"Tiga kali kami bertemu bosnya. Nomer telepon yang diberikan berbeda-beda dan semuanya belum pernah aktif," imbuh Iman.

Dalam situasi kalut, keluarga Mira hanya berusaha tegar. Untuk melapokan kejadian tersebut ke polisi, jelas Iman, pihaknya mesti berpikir dua kali. "Kami takut. Kalau melapor ke polisi, nantinya ada hal-hal tak diinginkan yang menimpa keselamatan Mira," ujarnya.

Sementara itu, Euis Kartika (52), ibunya Mira, menyatakan bahwa setiap berkunjung ke rumah bosnya, Mira selalu menelpon ke salah satu kakaknya."Mira menolak memberi tahu kejelasaan tentang dirinya kuliah dan bekerja di tempat mana. Selain itu, dia seolah menutup diri soal alamat tinggal di Malaysia," tutur Euis.

(bbp/ern)


Berita Terkait