Hal tersebut dikatakan wali kota saat menghadiri penanaman pohon di halaman Masjid Al Marsyid di Jalan Sulaksana baru, Bandung, Kamis (29/1/2009)
Informasi pohon beracun itu disampaikan salah seorang pakar tanaman sekaligus pengajar di Unpad Prof Aseng kepada wali kota. Namun informasi yang diterima tersebut tidak merinci pohon dan racun seperti apa.
"Saya tidak tahu racunnya seperti apa, makanya saya minta Distam untuk menyelidiki," kata Dada.
Di tempat yang sama, Kadistam Kota Bandung Yogi Supardjo mengatakan, pihaknya akan menanyakan terlebih dahulu kepada ahlinya mengenai informasi pohon beracun tersebut.
"Saya mau tanya dulu, rencananya saya akan tanyakan kepada ahli botani yaitu Prof Aseng yang juga pengajar di Unpad," kata Yogi.
Leih lanjut Yogi memperkirakan jika pohon yang dimaksud oleh wali kota adalah pohon Akasia Mangium yang dapat benang sari atau serbuk yang dapat mengakibatkan gatal kulit dan sesak nafas.
"Yang pasti kami akan selidiki dulu," tandas Yogi.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (ahy/ern)











































