Hal tersebut dikatakan oleh Manager Operasional beberapa SPBU di Bandung Stanly William kepada detikbandung di SPBU Dipatiukur, Rabu (28/1/2009). Dikatakannya, kekosongan telah berlangsung selama 4-5 hari kemarin. Stanly mencontohkan di SPBU Setiabudi sudah mengalami kekosongan sejak 24 Januari sedangkan di SPBU di Jalan Sunda kekosongan terjadi sejak 25 Januari 2009.
"Kabarnya ada kendala dari pihak Pertamina jika Depo Balongan ada masalah. Sehingga yang biasanya kami sudah mencarter atau membeli langsung di muka hingga saat ini belum juga dikirim, padahal uang kita sudah berada di sana," kata Stanly.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Stanly menuturkan, dari lima hari kekosongan tersebut pihaknya mengalami kerugian hingga Rp 38 juta atau per harinya sekitar Rp 7,6 juta. "Itu baru di satu SPBU di Setiabudi, belum lagi di SPBU yang sudah 4 hari kosong," kata Stanly.
Stanly menambahkan, konsumen Pertamax Plus biasanya digunakan kendaraan-kendaraan roda empat atau kendaraan mewah. Dia juga mengatakan, Pertamina pusat dan juga Iswana Migas Jabar mengatakan bahwa kekosongan ini akan berakhir hingga Februari.
"Pihak Pertamina Balongan mengatakan masalah di Balongan akan selesai hingga Februari," kata Stanly.
Dia berharap semestinya pihak Pertamina memberi informasi sebelumnya kalau terkendala oleh masalah. Sehingga pihaknya tidak membeli langsung ke depo-depo minyak namun secara kredit. "Kalau ada masalah seperti ini kan jelas merugi," keluh Stanly.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (ahy/ern)
