"Asumsinya seseorang tertular bukan di wilayah Bandung tapi bisa jadi di tempat lain, karena di tahun-tahun ini mobilitas liburan cukup tinggi," kata Kasubdin Pencegahan dan Penaggulangan Penyakit Menular Dinkes Kota Bandung Rita Verita kepada detikbandung via telepon, Selasa (27/1/2009).
Menurut Rita, 595 pasien DBD tersebut tersebar di puskesmas-puskemas yang ada di 30 kecamatan di Kota Bandung. Perbandingan antara pasien DBD dewasa dan anak-anak jumlahnya seimbang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Rita mengatakan, penderita DBD tidak selalu berasal dari pemukiman padat penduduk namun juga pemukiman mewah.
"Contohnya talang rumah yang tidak dimonitor, tetesan air di dalam penampungan dispenser dan penampungan air yang jarang dibersihkan, di sanalah nyamuk Aedes Aegypti berkembang" kata Rita.
Ketika disinggung apakah bulan ini bisa dinyatakan sebagai kondisi KLB, Rita mengatakan itu belum perlu karena angka pasien yang mengidap DBD belum terjadi kematian. "Jangan sampai ada yang meninggal," ujarnya.
Sejak kasus DBD mulai marak di awal bulan januari Dinkes kota Bandung sudah melakukan 65 kali Fogging, diantaranya di daerah Cicendo dan daerah Kiaracondong.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (ahy/ern)











































