Hal itu diungkapkan Dede (58) seorang jemaat Vihara Satyabudhi, Jalan Kelenteng. "Sekarang makin sedikit pengunjung kalau dibandingkan pada zaman dulu," tutur Dede, Minggu (25/01/2009).
Dede menilai, pergeseran-pergeseran budaya karena pengajaran di sekolah dan masalah politik juga mempengaruhi. Di mana banyak hal yang tidak boleh dilakukan dalam upacara sembahyang. "Kalau masalah politik kebudayaan itu tergantung siapa yang berkuasa," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dede mencontohkan pengunjung vihara yang datang pada Minggu sore juga sedikit tidak seperti zaman dahulu. Kalaupun ada anak-anak yang datang ke vihara dirinya tidak yakin mereka akan melakukan sembahyang. Tapi hanya melihat saja.
"Lihat saja yang datang sepuh rambutnya sudah putih-putih," ungkapnya.
Pelaksanaan sembahyang pergantian tahun sendiri akan dilakukan pada pukul 00.50 WIB. Bertepatan dengan pergantian musim dingin ke musim semi. Di luar vihara saat ini sudah didatangi beberapa pengemis yang juga membawa anak-anak mereka. Pedagang makanan dan pernak-pernik yang berkaitan dengan imlek pun sudah meramaikan kawasan vihara.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(ema/ema)










































