Saat ditemukan, bayi itu tergeletak di jalan tanpa alas dan tanpa sehelai benang pun. Ari-arinya masih belum putus. Kedua pipinya pun mengalami lecet.
Saksi mata, Milan (62), mengatakan bayi tersebut pertama kali ditemukan tergeletak oleh cucunya Tami (14). Kebetulan jarak rumah Milan hanya lima meter dari lokasi bayi ditemukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dirinya langsung melapor kepada Ketua RW setempat Suparman (50). Ditemui di tempat yang sama, Suparman menyatakan setelah menerima laporan tersebut, dirinya langsung melapor ke Polsek Kiaracondong.
Akhirnya diputuskan untuk membawa bayi itu ke RS Hasan Sadikin. Sebelum dibawa ke RS, bayi malang itu dibawa dulu ke bidan di kawasan Babakan Sari. "Setelah dikasih baju di bidan, langsung dibawa ke RSHS sekitar pukul 2 dini hari dengan polisi," tutur Suparman.
Menurut Suparman, berat bayi hanya 2,2 kilogram dengan tinggi 46 centimeter. "Saat ditemukan di badannya ada noda darah tapi sudah mengering. KIta duga bayi ini baru dilahirkan dan langsung dibuang," ujarnya.
Suparman mengaku belum ada infromasi jika warganya ada yang hamil. "Tapi kalau melihat kondisinya, sepertinya ibunya masih di kawasan Babakan Sari," duga Suparman.
Lebih lanjut dia mengaku hingga saat ini sudah ada tiga keluarga yang menginginkan untuk mengadopsi anak malang tersebut. "Tapi saya bilang itu urusannya dengan polisi," katanya.
(ern/ern)











































