Hal ini disampaikan Deputi Kementrian Riset dan Teknologi Idwan Suhandi dalam seminar 'Mengelola risiko bencana di negara maritim Indonesia' di Gedung Balai Pertemuan Ilmiah ITB, Sabtu (24/1/2009).
"Kita jangan melihat bencana dari sisi negatifnya saja, ada peluang ekonomisnya juga. Dalam 20 tahun mendatang tidak tertutup kemungkinan jika Indonesia bisa dilirik sebagai negara tujuan belajar mitigasi penanggulangan bencana," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Inovasi tsunameter sedang dilirik oleh Malaysia. Jadi inovasi lah yang harus dikembangkan Indonesia," tandasnya.
Tidak hanya sebatas inovasi. Untuk membuat inovasi tersebut sebagai peluang ekonomi, kata dia, Indonesia harus segera membuat hak paten untuk inovasi tersebut.
"Dengan adanya hak paten, inovasi tersebut tidak akan dicuri atau dibajak. Kita juga harus memberdayakan masyarakat agar melek terhadap Iptek, karena itu jadi ujung tombak dalam inovasi," ujar Idwan.
(ern/ern)











































