Putra pahlawan Bung Tomo ini mengatakan pemimpin yang pintar dan pro rakyat sangat kurang. "Saya nilai orang pintar tapi tidak pro rakyat sangat kurang. Saya muncul jadi capres untuk mempersatukan rakyat dengan cara keikhlasan bukan dengan uang," ujarnya saat memaparkan visi dalam acara konvensi capres yang diselenggarakan Dewan Integritas Bangsa di Gedung Indonesia Menggugat, Jalan Perintis Kemerdekaan, Sabtu (24/1/2009).
Menurutnya masyarakat Indonesia perlu meningkatkan spritualnya. Karena sekarang ini, apa pun selalu bisa diperoleh dengan uang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama ini, kata dia, hanya 20 persen masyarakat Indonesia yang menikmati kemerdekaan, selebihnya belum merdeka. "Masyarakat yang sakit takut datang ke dokter, bukan karena takut dengan dokternya, namun takut membayarnya karena mahal," katanya.
Sedangkan capres terakhir yang memberikan pemaparan adalah Marwah Daud. Dia berjanji akan memberikan kepada setiap keluarga di Indonesia minimal per bulan Rp 5 juta.
"Negara kita ini kaya dengan alam, satwa, dan hutan tropis serta ragam hayati lainnya. Karena itu kita harus meninggalkan pola negatif, karena kalau tidak Indonesia bisa bangkrut bahkan bubar," tandasnya.
Dalam konvensi ini seharusnya satu capres lagi hadir, yaitu Sultan Hamengkubowono X batal hadir karena kesibukannya.
Pada saat pemaparan tiga capres ini, semua mengalami masalah saat akan menampilkan visi misi mereka melalui layar infocus yang menjadi backdrop. Bahkan Bambang harus beberapa kali terganggu dengan layar infocus yang hanya mengeluarkan suara tanpa gambar.
(ern/ern)











































