Demikian disampaikan pengamat politik dari Universitas Padjadjaran, Dede Mariana. Ia menambahkan kejadian golput dalam pemilu tahun 1999 dan 2004 disebabkan banyak hal termasuk persoalan administratif.
"Soal karena ideologis lebih kecil dibanding masalah administrasi pemilu," ujarnya saat konferensi pers tentang Konvensi Nasional Calon Presiden 2009, di Gedung Indonesia Menggugat, Jumat (23/1/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal yang sama diutarakan pula oleh Roch Basoeki, anggota Dewan Integritas Bangsa (DIB). menurutnya, fenomena golput malah tidak memperbaiki kondisi bangsa. Sehingga pemilu seakan tidak menjadi ajang yang serius.
"Padahal pemilih adalah subjek dalam pemilu. Seharusnya perannya lebih aktif," ujarnya.
Golput, katanya, tidak menjadi solusi bagi demokrasi. Namun, hanya menambah masalah.
(rks/ern)











































