"Kita akan rilis pada tahun ini," ujar dr Bambang H Djalinus, Kepala Divisi Surveillance & Evaluation Product, PT Biofarma, saat diskusi tentang Imunisasi di sekretariat Forum Diskusi Wartawan Bandung, Jumat (23/1/2009).
Ia mengatakan, vaksin Seasonal Flu telah dikembangkan sejak tahun 2008. Selama pengembangannya, Biofarma bekerjasama dengan perguruan tinggi dan rumah sakit seperti RSHS dan RS Cipto Mangunkusumo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Vaksin yang melewati uji klinis itu masih berupa teknologi dasar. Nantinya akan dikembangkan sebagai vaksin flu burung untuk manusia tergantung dari suku virus flu burung yang ada di Indonesia," ujarnya menjelaskan.
Vaksin Seasonal Flu diproduksi di beberapa negara. Harga vaksin yang berasal dari luar negeri berada pada kisaran Rp 300 ribuan.
Sebelum vaksin ini diproduksi untuk mengatasi flu burung pada manusia, vaksin ini biasanya juga digunakan oleh para konsumen ketika melakukan perjalanan ke luar negeri, seperti berhaji. penggunaan vaksin bisa pula dilakukan berulang-ulang, tergantung kebutuhan konsumen."Tergantung kebutuhan konsumennya," ujar bambang.
Saat disinggung tentang dosis vaksin yang bakal diproduksi Biofarma, hal ini belum dipastikan. Namun ancer-ancer produksi vaksin di Biofarma, per tahunnya ada 1,1 miliar dosis. Vaksin yang diproduksi itu diantaranya polio, tetanus, difteri tetanus, dan campak.
(rks/ern)










































