Hal ini disampaikan Gera (24), teman Asep, di Mapolresta Bandung Tengah, Jalan Ahmad Yani, Rabu (21/1/2009).
"Semalam, saya, Nanang, Asep, Erwin, dan Emen main biliar. Nah Erwin sama Emen pulang duluan," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sepertinya dia mabok. Trus laki-laki itu menghadang kami. Sempat terjadi percekcokan antara laki-laki itu dengan Nanang," kata Gera.
Setelah terjadi percekcokan, tiba-tiba si laki-laki yang sempoyongan itu memukul Nanang. Tidak terima temannya dipukul, Asep pun memukul balik. "Saya coba melerai," ujar Gera.
Lalu tiba-tiba, datang sekitar 10 orang dan memukuli mereka bertiga. Saat mereka berkelahi, terdengar suara tembakan. "Tiba-tiba ada suara letusan dua kali. Akhirnya kami membubarkan diri dan menuju motor kami," katanya.
Gera duduk di depan, Asep di tengah, dan Nanang duduk di belakang. Namun, kunci motor ternyata hilang. "Asep sempat bilang dorong saja dorong," ujarnya menirukan ucapan Asep.
Namun sesaat kemudian, tiba-tiba terdengar lagi suara letusan. "Asep langsung tersungkur dan jatuh dari motor," ujar Gera.
Di tempat yang sama, Nanang yang mukanya dibalut perban mengatakan dia melihat di dekat telinga kiri Asep, ke luar darah. "Dari mulutnya juga ke luar darah," katanya.
(ern/ern)










































