Curug Jompong Dipangkas, Masa Pelayanan PLTA Terancam

Curug Jompong Dipangkas, Masa Pelayanan PLTA Terancam

- detikNews
Selasa, 20 Jan 2009 16:54 WIB
Curug Jompong Dipangkas, Masa Pelayanan PLTA Terancam
Bandung - Rencana pemangkasan Curug Jompong yang dibuat untuk mengatasi banjir di Bandung Selatan mengancam pengoperasian PLTA Saguling. Selain membawa sedimen lebih banyak dan menyebabkan daya tampung berkurang, masa pelayanan PLTA saguling turut pula berkurang.

"Pemangkasan Curug akan mempercepat habisnya masa layan kami yang seharusnya 25 tahun lagi," kata Manager sipil dan lingkungan Unit Bisnis Pembangkitan Saguling Pitoyo Pinu, dalam diskusi pengkajian Curug Jompong di Gedung LIPI, Jalan Sangkuriang, Bandung, Selasa (20/1/2009).

Selain itu Pitoyo mengatakan, saat ini sedimentasi di Saguling mencapai 4,2 juta meter kubik per tahun. Sedangkan tingkat erosi 2,1 milimeter per meter persegi per tahun, Waduk Saguling memiliki masa layan sampai dengan 59 tahun.

Sementara itu, energi listrik yang disuplai Saguling untuk Jawa Bali sebesar 2.156.000.000 kwh per tahun. Dengan Harga pokok Produksi (HPP) Rp 88 per kwh Saguling bisa mengalami kerugian perpendekan masa layan sebesar Rp 89,7 milyar pertahun.

"Kalau terjadi percepatan dalam setahun saja, ya kira-kira kita rugi segitu," kata Pitoyo ketika disinggung mengenai kerugian yang diderita akibat pemangkasan dilaksanakan.

"Yang kami takutkan adalah jika pemangkasan itu dilakukan sedimen yang masuk ke Saguling akan bertambah," sambung Pitoyo.

Meski demikian, Pitoyo tidak bisa memastikan berapa tahun pengurangan yang akan terjadi jika rencana pemangkasan Curug Jompong dilakukan.

Pitoyo berharap pemerintah dapat mengkaji ulang rencananya memangkas Curug Jompong. Dirinya mengungkapkan bahwa rencana pemerintah untuk menyelesaikan masalah banjir di Bandung Selatan memang harus dilakukan. Namun dirinya tidak mau pemerintah sampai salah mengambil kebijakan.

"Jangan sampai Curug Jompong nanti dipotong tapi masalah banjir masih terjadi dan kami menjadi korban," kata Pitoyo.

Karena menurut Pitoyo, bagaimanapun Waduk Saguling memiliki kontribusi besar untuk memback up kebutuhan energi listrik di Jawa dan Bali. "Kami juga berkewajiban untuk menyelamatkan aset negara," pungkasnya.

Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (tya/ahy)


Berita Terkait