Hal itu disampaikan Kepala Bappeda Jabar Deny Juanda di sela-sela seminar berjudul 'Peluang dan tantangan penerapan Clean Development Mechanism di Jawa Barat', di ITB, Jalan Ganesha, Senin (19/1/2009).
Menurutnya investasi untuk proyek ini cukup besar, sehingga menyulitkan perusahaan. Namun, kata dia, sebenarnya ada cara lain agar sebuah perusahaan mempunyai proyek pengurangan emisi, yaitu menjalin kerjasama dengan negara-negara maju.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam Road Map Bali 2007 silam, diluncurkan program clean development mechanism (CDM) yang memungkinkan kerjsama antara negara maju dan negara berkembang. Negara maju akan membrikan uangnya untuk proyek peniurangan emisi di negara berkembang.
Sementara itu di tempat yang sama, Agus Wahyudi, Wakil Ketua Dewan Nasional Perubahan Iklim untuk Pokja Mitigasi mengatakan baru ada dua perusahaan di Jabar bahkan di Indonesia yang telah mempunyai proyek pengurangan emisi yaitu PT Indocement dan PT Bina Bangun Wibawa Mukti yang memproduksi gas buangan menjadi elpiji milik Pertamina di Blik Tambun.
Agus menambahkan untuk proyek pengurangan emisi ini, pemerintah tidak bisa memaksa kepada perusahaan.
"Kami tidak bisa memaksa industri untuk melaukan proyek ini, harus jadi kesadaran masing-masin industri," kata dia. (ern/ern)











































