"Kami langsung beroperasi lagi kok setelah pemkot bilang tutup," ujar seorang calo yang tidak mau disebutkan namanya kepada detikbandung, Minggu (18/1/2009).
Senada dengan calo tersebut, di dalam pemeriksaan NY (53), seorang germo, mengakui praktek lokalisasi masih berjalan. Di tempat NY yang berada, praktek dibuka sejak pukul 12 siang sampai pukul 12 malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NY mengaku praktek tidak dilakukan di rumahnya, melainkan di tempat lain. Lokasinya masih bisa di Saritem atau dibawa ke hotel. Menurutnya tergantung kesepakatan.
"Tarifnya dari Rp 100 ribu sampai Rp 300 ribu," ujar NY merinci.
Menanggapi hal ini, jajaran kepolisian Bandung Barat mengaku bakal memulai kembali pengembangan terhadap pengakuan NY. Â
Â
"Kami akan kembangkan terus sampai tuntas. Kami akan bawa ke pengadilan jika terbukti," ujar Pratikno, Kapolres Bandung Barat.
Polresta Bandung Barat, Sabtu (17/1/2009) mengerebeg tiga rumah yang disinyalir melakukan praktik prostitusi di Saritem. Kendati demikian, polisi tidak menemukan PSK yang tengah beroperasi. Diduga operasi bocor sebelum polisi mengerebeg rumah-rumah tersebut.
Operasi dilakukan setelah mendengar adanya laporan masyarakat bahwa lokalisasi Saritem yang telah ditutup Pemkot Bandung pada tahun 2007 kembali beroperasi. Dari operasi tersebut polisi melakukan penyegelan terhadap tiga rumah yang melakukan praktik prostitusi.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(rks/ahy)











































