Demonstran Usir Tamu Hotel

Demo Grand Aquila

Demonstran Usir Tamu Hotel

- detikNews
Jumat, 16 Jan 2009 18:23 WIB
Demonstran Usir Tamu Hotel
Bandung - Aksi menutup akses masuk yang digelar Serikat Pekerja Mandiri Hotel Grand Aquila, di Jalan dr Djunjunan, Bandung, Jumat (16/1/2009), dengan cara duduk-duduk, membuat para tamu yang hendak masuk mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam hotel. Bahkan sebagian tamu yang memaksa masuk, dilarang para demonstran.

Dari pantauan detikbandung, sejumlah tamu yang hendak masuk melalui salah satu gerbang hotel mengurungkan niatnya untuk terus masuk ke dalam kawasan hotel. Adapun tamu yang berharap diberikan jalan dari massa yang duduk menghalangi jalur keluar masuk kendaraan, diperingati untuk tidak masuk dan menginap di hotel tersebut.

"Hotel ini bermasalah dan tidak layak untuk dihuni," kata orator aksi melalui pengeras suara kepada tamu yang hendak masuk kawasan hotel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melihat Demikian pihak keamanan hotel meminta massa untuk memberikan sedikit ruang kepada para tamu yang hendak masuk. Namun massa mengira pihak keamanan mengusir aksi yang mereka gelar. Sempat terjdi ketegangan antara massa dan petugas keamanan.

"Silakan duduk-duduk di depan gerbang, tapi jangan membuat jalur keluar masuk jadi sulit, kasih ruang sedikit, donk," kata seorang petugas keamanan.

Seorang tamu hotel Yayat (35) yang hendak menghadiri sebuah undangan terpaksa harus mengurungkan niatnya karena tidak diperkenankan masuk oleh massa. "Ya saya merasa terganggu, tapi mau gimana lagi," ketus Yayat kepada detikbandung.

Sementara itu, dua gerbang lainnya yang juga menjadi akses keluar masuk kendaraan ditutup oleh demonstran dengan menggunakan spanduk bertuliskan 'Melarang buruh berserikat 5 tahun penjara/denda 500 juta. Jangan kau rampas curi hak kami'.

Menurut sumber detikbandung, pihak manajemen enggan untuk menemui para demonstran. Pihak manajemen menyerahkan pada pemilik hotel yang sedang berada di luar Bandung.

"Pihak manajemen tidak berani bertindak sendiri," kata sumber detikbandung. (ahy/ern)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads