Nanas Simadu adalah proses alami yang tidak bisa dibuat-buat. Berbagai cara telah dicoba untuk membuat nanas menjadi Nanas simadu seperti pemberian obat, pupuk, penyiraman dan lain-lain namun sampai sekarang belum ditemukan faktor penyebab nanas menjadi simadu.
"Petani di Subang udah nyoba segala cara untuk bikin simadu, tapi kalo lagi bukan simadu ya sudah ngga bisa diapa-apain," kata Mang Supeng yang merupakan koordinator penjual nanas di Jalan Setiabudi dan juga penyalur komoditas nanas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sulitnya mendapatkan hasil panen simadu inilah yang membuat harga nanas Simadu lebih mahal dibanding nanas lainnya. Nanas sendiri baru bisa dipanen 6 bulan mulai dari keluar bunga sampai masa pemetikan buah.
"Yang membuat mahal adalah perawatannya itu," kata Mang Supeng. Ketidakpastian memperoleh hasil nanas Simadu membuat petani tidak bisa menjanjikan kepada pembeli yang memesan Simadu. "Kalau sudah dirawat dengan baik tapi hasilnya bukan Simadu kan kasian pembelinya kecewa," kata Mang Supeng.
Yang biasanya tahu jika itu nanas Simadu adalah petani dan penjualnya. Orang awam kurang mengetahui ciri-ciri dari nanas Simadu. Walau begitu tidak sedikit petani atau penjual yang mengaku nanasnya adalah nanas simadu padahal nanas biasa.
Selain dikonsumsi sebagai buah dan olahan lain seperti selai, dodol dan lainnya, menurut Mang Supeng Nanas Simadu juga punya khasiat mengobati batu ginjal non akut. (tya/ern)











































