Kadishub Jabar Dodi Cahyadi mengatakan angka tersebut sudah berdasarkan perhitungan cermat. "Hasil perhitungan sudah melalui perhitungan dan pertimbangan yang cermat," kata Dodi usai melakukan rapat terkait penurunan tarif angkutan yang juga dihadiri oleh Ketua Organda Jabar, Dishub Kabupaten-Kota, serta perwakilan pengusaha angkutan, di Kantor Dishub Jabar di Jalan Sukabumi, Bandung, Rabu (14/1/2009).
Selain itu, menurut Dodi, perhitungan angka penurunan juga berdasarkan pertimbangan 13 komponen yang menunjang sarana angkutan selama ini diantaranya, modal, bunga bank, penyusutan, suku cadang, operasional dan juga sopir angkot.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tempat sama, Ketua Organda Jabar Andriansyah berharap penurunan BBM juga diikuti oleh kenaikan load factor (penumpang), di mana saat ini dia menilai penumpang angkot jauh dari persentase ideal.
"Karena saat ini idealnya load factor 70 persen tapi sekarang hanya terpenuhi 5 persen saja," kata Andriansyah. Selain itu, Andriansyah pun berharap penurunan tarif angkutan tidak turut pula menurunkan kualitas pelayanan angkutan.
Lebih lanjut, hasil rumusan dari pertemuan akan diformatkan dalam bentuk SK Gubernurdan pemberlakuannya setelah ditandatangani oleh Gubernur. "Secepatnya," kata Andriansyah ketika disinggung mengenai kapan akan diberlakukanya harga baru angkot tersebut. (ahy/ern)










































