Dari keterangan salah seorang warga yang rumahnya bersebelahan dengan gudang yang ambruk, Subur (66), dirinya tidak menyangka jika suara menggelegar pada pukul 10.00 WIB dari luar rumahnya adalah suara ambruknya tembok.
"Kok kaya suara petir tapi kenapa suaranya seperti itu?" cerita Subur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Subur menuturkan bangunan tersebut sudah menjadi gudang sejak tahun 2004-2005. Sedangkan sebelumnnya adalah rumah biasa. Ia memperkirakan ambruknya tembok karena tidak kuat menahan air yang masuk.
"Mungkin karena air selokan yang mampet terus masuk ke gudang tersebut sehingga tidak kuat menahan air yang tertampung," kata Subur
Meski sempat menutupi jalan warga, beruntung tidak ada korban jiwa yang disebabkan ambruknya tembok tersebut. "Untungnya jam-jam tadi tidak ada orang yang lewat padahal kalau pagi banyak anak-anak sekolah yang lewat," kata ketua RW 03 Ojat (46).
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, saat ini pemilik gudang Yani, sedang dimintai keterangan di Polek Lembang. dari pantauan detikbandung terlihat beberapa warga ikut membersihkan tembok yang ambruk dan menyusun ban-ban yang sempat berhamburan di luar.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (ahy/ern)










































