Bruuk....! Tembok Gudang Ban di Lembang Ambruk

Bruuk....! Tembok Gudang Ban di Lembang Ambruk

- detikNews
Selasa, 13 Jan 2009 14:44 WIB
Bruuk....! Tembok Gudang Ban di Lembang Ambruk
Bandung - Sebuah tembok gudang ban mobil ambruk di Jalan Raya Lembang Km 12.5 Rt 3 RW 3 Kelurahan Gudang Kahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung, Selasa (13/1/2009). Ambruknya tembok diperkirakan karena tuanya bangunan ditambah tidak kuat menahan air hujan yang terus menerus turun.

Dari keterangan salah seorang warga yang rumahnya bersebelahan dengan gudang yang ambruk, Subur (66), dirinya tidak menyangka jika suara menggelegar pada pukul 10.00 WIB dari luar rumahnya adalah suara ambruknya tembok.

"Kok kaya suara petir tapi kenapa suaranya seperti itu?" cerita Subur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika dirinya keluar dari rumah untuk memastikan asal suara, sudah dilihatnya tembok di sebelah rumahnya yang berukuran 15 Meter dengan Tinggi 6 Meter ambruk. "Ban-ban yang disimpang menggelinding keluar," kata Subur.

Lebih lanjut Subur menuturkan bangunan tersebut sudah menjadi gudang sejak tahun 2004-2005. Sedangkan sebelumnnya adalah rumah biasa. Ia memperkirakan ambruknya tembok karena tidak kuat menahan air yang masuk.

"Mungkin karena air selokan yang mampet terus masuk ke gudang tersebut sehingga tidak kuat menahan air yang tertampung," kata Subur

Meski sempat menutupi jalan warga, beruntung tidak ada korban jiwa yang disebabkan ambruknya tembok tersebut. "Untungnya jam-jam tadi tidak ada orang yang lewat padahal kalau pagi banyak anak-anak sekolah yang lewat," kata ketua RW 03  Ojat (46).

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, saat ini pemilik gudang Yani, sedang dimintai keterangan di Polek Lembang. dari pantauan detikbandung terlihat beberapa warga ikut membersihkan tembok yang ambruk dan menyusun ban-ban yang sempat berhamburan di luar.

Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (ahy/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini