Hal tersebut dinyatakan oleh Ketua MUI Jabar Hafiz Utsman kepada detikbandung, Selasa (13/1/2009). Dikatakan Hafiz, pihaknya terus mengamati kelompok AKI, yang disebut oleh Garis sebagai aliran sesat.
"Sebetulnya terus kita amati apakah ini aliran sesat atau rekayasa untuk mengganggu umat Islam. Kalau kebiasaan, mungkin ada sponsor di belakangnya," kata Hafiz.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apa yang dimunculkan oleh Garis belum lengkap dan perlu diteliti lebih lanjut, apakah benar AKI aliran sesat. Ini yang kita terus cari jawabannya, sekarang ini kita buntu juga, " ujar Hafiz.
MUI berharap jajaran pemerintahan yang berada di tingkat bawah seperti polisi dan juga kejaksaan dapat membantu mengungkapkan apakah betul AKI sebuah aliran sesat. "Kita hanya mengindikasikan saja, aparat pemerintahan di tingkat bawah yang seharusnya lebih berperan," ujar Hafiz.
Sebelumnya, Jumat (9/1/2009), sekitar 100 massa Garis mendatangi sebuah rumah di kawasan perumahan Parahyangan Kencana, blok C13 nomer 7/9, Desa Nagrak, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, yang diduga sebagai pusat penyebaran aliran sesat pimpinan Kurnia Wahyu.
Dalam aksi demonstrasi di kediaman pimpinan AKI Kurnia Wahyu, massa berniat hendak melakukan penyegelan serta pembubaran aktifitas jemaat AKI. Garis mengklaim menemukan tata cara ibadah yang menyimpang dalam ajaran AKI. Seperti berdoa dengan diiringi musik karawitan dan disko.
Bukan itu saja, disebutkan pula oleh Garis, para pengikut AKI diperkenankan tidak melakukan Shalat.
Massa membubarkan diri setelah mendengarkan pernyataan sikap dari Kurnia Wahyu yang berjanji akan menghentikan segala aktifitas kegiatan AKI.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (ahy/ern)










































