Salah seorang relawan, Asep Sopian (27) mengaku dirinya tergerak untuk menjadi relawan karena tidak tega melihat penderitaan anak-anak Palestina yang menjadi korban dalam agresi Israel. Asep menuturkan selama ini dirinya berprofesi sebagai pedagang parfum keliling masjid ke masjid.
"Kenapa Saya tergugah? sebab saya melihat di tv dan media cetak kekejaman warga Israel yang memakan korban warga Palestina, terutama anak-anak kecil," ujar Asep yang biasa berjualan parfum di Masjid Agung Bandung.
Dikisahkan bujang asal Bandung ini kepada detikbandung, dirinya bergabung ketika melihat posko relawan di kala dirinya berjualan di Masjid Al Jihad. Asep mengaku niatannya tersebut telah mendapatkan restu dari keluarga.
Senada dengan Asep, Lina Herlina (43) menuturkan jika keberangkatannya nanti ke Palestina untuk membantu anak-anak korban agresi Israel sudah mendapat restu keluarga. "Suami dan anak saya tulus untuk mengizinkan saya pergi ke Palestina seandainya saya lolos," ujar Ibu dari Medina Nur Soleh (13) ini. Sehari-hari, Lina berprofesi sebagai pedagang pakaian keliling.
Ketika disinggung mengenai medan yang akan di hadapai relawan, Asep mengatakan jika ia siap dengan medan yang akan dihadapi nanti di Palestina seandainya lolos untuk diberangkatkan, berbekal diklatsar-diklatsar yang pernah diikuti Asep.
"Saya sudah pernah mengikuti Diklatsar," ujar Asep yang mengaku pernah berjalan dari perbatasan Bogor ke Karawang.
Berbeda dengan pengalaman Asep, Lina mengatakan dirinya pernah mengenyam pengalaman ketika menjadi relawan di Aceh ketika dihantam Tsunami. "Waktu saya ke Aceh selama sebulan menjadi relawan, tugas saya adalah membimbing anak-anak Aaceh. Dari pengalaman itu saya sanggup pergi ke Palestina," kata Lina.
Hingga sat ini pelatihan masih berlangsung hingga pukul 21.00 WIB. Setelah menjalankan pelatihan sehari ini, selajutnya para realwan tinggal menunggu kepastian pergi dari pihak FPI Pusat di Jakarta. (ahy/ern)











































