Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Prijo Soebandono mengatakan 17 kecamatan tersebut merupakan daerah yang padat penduduk, contohnya Balubur dan Kiaracondong.
"Daerah rawan kebakaran itu, masih sulit dijangkau oleh slang pemadam kebakaran," ujarnya di sela-sela acara sertijab Kodim, Jalan Jawa, Senin (12/1/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, lanjutnya, dibutuhkan motor pemadam kebakaran. Hingga kini belum ada anggaran untuk penyediaan motor pemadam kebakaran.
Ketika ditanya berapa ketinggian lantai yang bisa dijangkau petugas pemadam kebakaran, Prijo menjawab hanya 10 hingga 12 lantai. "Lebih dari itu kami tidak sanggup. Belum ada teknologi yang bisa menjangkaunya," katanya.
Karena itu, kata Prijo, gedung-gedung yang tinggi di Bandung harus menyediakan hidran, pompa air, dan fasilitas pemadam kebakaran otomatis di setiap lantai. Setiap gedung juga harus punya manajemen kebakaran. "Jadi harus sudah ada jalur evakuasi dan cara memadamkan kebakaran," katanya.
Menurut dia 120 hingga 140 gedung tinggi di Bandung, baru 40 persen yang mempunyai manajemen kabakaran. (ern/ern)










































