Demikian disampaikan Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bandung. Menurut Fety, fogging hanya memberantas nayamuk tapi tidak sampai ke jentik-jentiknya. Beda halnya dengan PSN yang memberantas sampai ke jentik-jentiknya sehingga lebih efektif.
"Sebenarnya PSN bisa diterapkan bahkan kita tidak perlu melakukan fogging" ujarnya dalam diskusi di sekretariat Forum Diskusi Wartawan Bandung (FDWB), Jumat (09/01/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, apabila PSN diterapkan justru anggaran akan diarahkan untuk melakukan sosialisasi dan penyuluhan PSN yang lebih murah dari fogging. Tahun 2009 ini pihaknya akan melihat perkembangan PSN di masyarakat sehingga fogging bisa dikurangi.
Sampai saat ini, ungkap Fety, Dinkes menerima 4 sampai 5 titik fogging setiap harinya seperti wilayah Sekejati, Cibuntu, Cigondeah atau Andir. Fety menyebtukan kecamatan yang endemik DBD yaitu Dago, Sekejati dan Sukasari. Di Sukasari terdapat kawasan kumuh yang berpeluang untuk pertumbuhan jentik nyamuk.
Untuk program PSN ini Dinkes akan melakukan penyuluhan ke sekolah-sekolah dasar. Dengan begitu anak-anak bisa menunjukan ke orang tua sehingga terjadi interaksi yang baik antara orang tua dan anak-anak. "Sehingga orang tua mengerti dimulai dari anak-anak," ujarnya.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (ema/ema)











































