"Warga masih banyak yang menggunakan air sumur yang telah bercampur minyak, itu karena warga kesulitan air bersih," ujar Kasie Pencegahan dan Pengendalian Pencemaran Dinas Lingkungan Hidup (P3-DLH) Kota Cimahi Rachman, ketika dihubungi detikbandung melalui telepon selulernya, Kamis (8/1/2009)
Untuk itu, imbuhnya, pihak P3-DLH akan mengirimkan bantuan air bersih untuk keperluan sehari-hari warga yang sumurnya mengandung cairan mirip minyak tersebut. "Di sana ada lebih dari 10 KK yang tercemar sumurnya," jelas Rachman.
Berdasarkan informasi yang disampaikan P3-DLH, jika sampai dengan hari kemarin ditemukan 4 sumur yang mengandung minyak tanah, hari ini sudah ditemukan kembali 2 sumur warga yang memiliki kandungan minyak tanah.
"Tapi yang paling banyak hanya di dua sumur saja, selebihnya tidak terlalu kental bahkan hanya tercium bau minyak tanah saja," ujar Rachman.
Sampai saat ini belum ada keterangan resmi terkait kebenaran temuan cairan tersebut adalah minyak tanah. Namun Kasie P3-DLH meyakini cairan tersebut adalah minyak tanah. Bahkan ia menduga ada praktik penimbunan minah besar-besaran di lokasi temuan yang berjarak antara 100-200 Meter.
"Kalau itu minyak bumi atau minyak mentah tidak akan seperti itu warnanya. Minyak mentah biasanya berwarna coklat pekat atau hitam, dan ini dipastikan minyak tanah siap pakai," kata Rachman.
"Dugaan cukup besar penimbunan yang dilakukan dan jaraknya kemungkinan antara radius 100-200 Meter saja, tapi kita belum tahu asal usulnya dari mana," sambungnya.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (ahy/ahy)











































