Tiga rumah warga lainnya yang nasib sumurnya sama dengan Ambrosius adalah Siti Rosidah, yang rumahnya terletak di depan rumah Ambrosius, Paulus dan Heni yang
rumahnya berada di sebelah kanan rumah milik Ambrosius. Namun yang paling parah adalah sumur milik Ambrosius dan Siti Rosidah, yang sumur keduanya berada di halaman depan rumah.
"Kalau punya Pak Paulus dan Heni airnya masih bening, cuma bau minyak tanah menyengat," ujar Ambrosius ditemui di rumahnya Kampung sukaresmi Jalan Kanda Atmaja Rt 1 Rw 14, Kelurahan Citeureup Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Rabu (7/1/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dulu sekali sekitar 100 meter dari sini ada pangkalan minyak cukup besar. Tapi kalau sekarang enggak tahu beroperasi atau tidak," katanya.
Kecurigaan Ambrosius tersebut bukan tanpa sebab, warna cairan mirip minyak tanah yang seperti minyak oplosan membuat dirinya menyimpulkan kecil kemungkinan jika cairan minyak tanah di sumurnya tersebut menyembur begitu saja dari tanah.
"Sumur saya ini dibangun sejak 1984, dan selama ini tidak ada masalah. Baru kali ini saja ada masalah," katanya.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(ern/ahy)











































