Disdik Jabar Terima DIPA Tertinggi Capai Rp 6,1 Triliun

Disdik Jabar Terima DIPA Tertinggi Capai Rp 6,1 Triliun

- detikNews
Rabu, 07 Jan 2009 15:02 WIB
Disdik Jabar Terima DIPA Tertinggi Capai Rp 6,1 Triliun
Bandung - Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menyerahkan Daftar Isian Penyelenggaraan Anggaran tahun 2009 kepada seluruh lembaga vertikal di Jabar dan Kabupaten dan Kota Bandung, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Jabar, Jl Diponegoro, Rabu (7/1/2009). Untuk penerimaan tertinggi Pemprov prioritaskan untuk Dinas Pendidikan Jabar.

Jumlah dana yang diterima oleh Disdik Jabar pada tahun 2009 adalah sebesar Rp 6,1 Triliun yang diperoleh dari APBN sebesar Rp 4,5 triliun dan Pemprov Jabar sebesar Rp 1,6 Triliun. Dari dana tersebut 80 persen dana akan dialokasikan untuk Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di wilayah Jabar.

"Kenapa begitu besar digunakan untuk dana pendidikan, karena pendidikan merupakan priotias pertama bagi pemerintah propinsi," ujar Heryawan seusai penyerahan DIPA.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Harus dimaksimalkan dana-dana tersebut, kalau ada penyimpangan silakan cek ke Bupati dan Wali kotanya," sambung Heryawan menegaskan.

Gubernur yakin untuk pendidikan dari SD sampai dengan SMU bisa digratiskan mulai tahun 2009. Alasannya karena hitungan di atas kertas anggaran untuk pendidikan sudah cukup besar. Selain dana BOS pemerintah juga membantu penyediaan buku senilai Rp 271 Miliar untuk tingkat SD sampai dengan SMU. "Buku-buku yang disediakan adalah buku-buku yang di UN-kan," kata Heryawan.

Lebih lanjut Gubernur mengatakan, untuk tahun 2009 pemerintah kabupaten tidak perlu menyediakan dana BOS, karena menurutnya sudah cukup alokasinya dari propinsi. Kabupaten diminta untuk memprioritaskan kepada infrastruktur pendidikannya.

"Sedangkan untuk kota, mereka (Pemkot) harus sediakan dana BOS," imbau Gubernur.

Ditemui di tempat yang sama, Kepala Bapeda Jabar Deny Djuanda meminta publik untuk mengawasi perputaran dana yang ada di Dinas Pendidikan. Menurutnya, pengelolaan perputaran dana di Disdik Jabar sebesar Rp 3 Miliar per jamnya.

"Kita awasi bareng-bareng dana itu," imbaunya.


Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (ahy/ern)


Berita Terkait