"Saya memang sudah sering dengar praktik mereka ini. Kebetulan juga pernah saya alami dua kali," ujar Caleg dari PDIP untuk DPR RI Dapil Bandung-Cimahi, Setia Permana, kepada detikbandung, Rabu (7/1/2009).
Menurut Setia, para makelar suara ini menelepon dirinya. "Mereka bilang kalau dari organisasi X dan punya massa sekian. Mereka bilang bisa mendukung saya. Tapi saya buru-buru bilang kalau mereka mau silahkan saja, asalkan hanya menjadi relawan. Saya bilang saya enggak punya uang dan tidak mau pakai cara itu," tutur Setia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain memang tidak memiliki uang banyak, Setia mengaku menolak karena tawaran tersebut tidak masuk akal. "Mana ada yang bisa menjamin kalau suara seseorang bisa dikendalikan. Bahkan kader yang dibina sekali pun, tak menjamin dia memilih kita," cetusnya.
Terlebih, kata Setia, dirinya sejak awal memang tak berniat untuk melakukan politik uang. "Saya jadi caleg diminta. Tidak ada ambisi untuk terpilih. Yang penting saya sudah berjalan sesuai aturan. Hasilnya terserah nanti. Saya ingin mempraktikan politik cita-cita, karena cita-cita saya ingin membawa perubahan," ujar mantan Ketua KPU Jabar ini.
(ern/ern)











































