Namun kepanikan para penjenguk dan pasien-pasien lainnya dapat teratasi setelah beberapa petugas keamanan menerangkan kejadian yang sesungguhnya kepada mereka.
Dalam simulasi ini pihak RSHS memfokuskan lantai 3 yang memiliki 16 pasien penyakit dalam. Diperagakan dalam simulasi tersebut pasien yang terjebak situasi kebakaran dibopong ke ruang Unit Gawat Darurat RSHS. Penyelamatan ini dilakukan atas kesigapan petugas rumah sakit dari mulai tim dokter sampai dengan pekerja lainnya yang berada di RSHS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukan itu saja, kesigapan para petugas rumah sakit dalam melakukan evakuasi juga dinilai minim. Pasien banyak diletakan secara tidak sesuai dengan posisi kasur khusus Rumah Sakit, dimana posisi untuk kepala pasien malah dijadikan posisi untuk kaki pasien.
"Rata-rata hidran kita kurang baik. 1 bocor dan dua lagi tekanan airnya kurang. Selain itu RSHS tidak memiliki sumber air," kata Tri.
Lebih lanjut Tri menuturkan, RSHS memiliki dua titik rawan kebakaran. Pertama berada di dan juga laboratorium.
"Di basement isinya kebanyakan tabung gas yang digunakan untuk keperluan ICCU," ujar Tri.
(ahy/ern)











































