Menurut Koordinator IPTI, Eko Tanuwiharja, acara ditujukan untuk warga sekitar di empat RW di Kelurahan Braga. Untuk sembako murah dari harga Rp 35 ribu dijual jadi Rp 15 ribu. Terdiri dari 2 kilogram beras, 1 kilogram minyak goreng dan diantaranya 1 kilogram gula pasir.
Eko mengatakan, dalam memperingati tahun baru Islam ini pihaknya tidak ingin merayakan dengan acara hingar bingar atau hura-hura. "Kita ingin melakukan kegiatan simpatik yang bisa bermanfaat untuk masyarakat. Kami sebagai muslim Tionghoa dan mewakili umat muslim yang ingin ke depannya umat muslim bisa berkiprah di masa mendatang," tutur Eko.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan acara pengobatan itu kami ingin melakukan syiar. Kami ingin mempersatukan muslim Tionghoa. Sebab selama ini tidak ada kegiatan sentral untuk muslim Tionghoa di Bandung," ungkapnya.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (ema/ema)











































