"Masa surat tidak ada kop surat dan stempel komisi C? Itu mah cuma akal-akalan orang intelek saja," ujar epi, sopir Cibiru-Cicadas yang hadir dalam pertemuan di Ruang Paripurna DPRD Bandung, Jalan Aceh, Senin (22/12/2008).
Statemen yang berisi dukungan penolakan TMB itu ditandatangi dua anggota komisi, Tedy Rusmawan (PKS) dan Muchsin al Fikri (PPP). Merasa hanya diakali saja, akhirnya para sopir merobek surat tersebut.
Kekecewaan ini mengakibatkan ratusan sopir tetap tidak mau pulang. Mereka tetap minta Wali Kota Bandung Dada Rosada, menemui mereka. "Jangan cuma datang pada kami pada saat pemilu. Sekarang juga dada rosada harus datang," ujar salah seorang sopir dengan suara lantang.
Hingga berita ini diturunkan, ratusan sopir masih bertahan di gedung dewan. (ern/ern)











































