TMB Diprotes, Dada Bilang Wajar

TMB Diprotes, Dada Bilang Wajar

- detikNews
Minggu, 21 Des 2008 16:21 WIB
TMB Diprotes, Dada Bilang Wajar
Bandung - Meski mendapat ancaman mogok massal dari sopir yang berada di jalur Trans Metro Bandung (TMB), Walikota Bandung Dada Rosada keukeuh tak akan membatalkan rencana ujicoba angkutan massa TMB, Senin (22/12/2008). Menurutnya hal itu yang wajar ketika kebijakan pemerintah selalu menuai protes.

"Mana sih yang tidak ada ancaman demo? Pada saat saya melakukan pelebaran Braga saja ada yang tidak setuju, tapi setelah lebar dan bisa dinikmati penyandangΒ  cacat, mereka akhirnya berterimakasih," ujarnya saat meninjau pengecatan gedung dan pertokoan di sepanjang Jalan Braga, Minggu (21/12/2008).

Dia mencontohkan kebijakan Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso soal busway "Sutiyoso dulu diprotes, tapi sekarang dipuji. Tegalega dulu diprotes dan sekatang dipuju. Memang harus diprotes dulu," selorohnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebaiknya sopir angkot ikut saja lah. Sebab ini untuk penataan transportasi di Bandung, seperti penataan Braga biar ramai lagi, tambah Dada.

Sebanyak 1.500 angkutan umum Kota Bandung dan Cimahi ancam melakukan aksi mogok menyusul rencana beroperasinya TMB. Saat ini Tim Verifikasi Penolakan TMB, melihat terdapat 8 trayek angkutan kota yang terancam gulung tikar jika TMB dipaksakan beroperasi, karena kedelapan trayek tersebut saling bersinggungan dengan trayek TMB.

Trayek tersebut antara lain, Jurusan Cibiru-Cicadas dengan 200 unit angkot dan jarak singgungan 8 km, Stasiun Hall-Gede Bage 200 unit (8 km), Elang-Gede Bage 125 unit (9 km), Riung Bandung-Dago 201 unit (6 km), Margahayu-Ledeng 120 unit (5 km), Ciwastra-Cijerah 200 unit (3 km), Elang-Mengger 25 unit (3 km), dan Dago-Caringin 140 unit (3 km).
(ern/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads