"Ini dilakukan untuk memancing hidupnya kembali Jalan Braga," ujar Ketua Forum Estetika (Festa) Kota Bandung, Diro Aritonang, saat ditemui di lokasi pengecatan.Β
Hidupnya Jalan Braga menurut Diro, adalah suasana perniagaan yang sempat berjaya di masa penjajahan Belanda dulu. Saat ini Ia menilai pertokoan di Jalan Braga banyak mengalami gulung tikar dikarenakan sepinya pengunjung.
"Toko-toko di Sini (Braga) banyak yang tutup karena sepi pengunjung," ujar Diro.
Tema yang diambil dalam aksi pengecatan masal ini adalah "Putih wibawa, Putih Braga". Sekitar 500 kg cat putih kaleng disiapkan untuk proses pengecatan gedung-gedung. Selain itu, warna putih yang dipilih dalam merevitalisasi Jalan Braga dikarenakan selama ini kawasan Braga terlihat kusam dan kotor.
Senada dengan Diro, Wali kota Bandung Dada Rosada, yang menyempatkan mengunjungi kegiatan pengecatan masal mengatakan, revitalisasi merupakan upaya utuk meghidupkan kegiatan ekonomi di Braga karena pedagang dan pemilik toko saat ini banyak yang menutup usahanya.
"Diharapkan dengan revitalisasi banyak pejalan kaki yang membeli di toko-toko Jalan Braga," ujar Dada.
Di tempat yang sama Diro menuturkan, pengecatan lebih mengutamakan gedung-gedung dan pertokoan yang ditinggal pemilikya. Sedangkan untuk gedung dan pertokoan yang masih ditinggali pemilik dan pengelola, pihaknya menyerahkan pengecatan kepada pemilik masing-masing.
Saat ini proses pengecatan terus berlangsung. Menurut panitia kegiatan, Martha menuturkan terdapat 30 perwakilan dari 30 kecamatan di Kota Bandung yang turut dalam pengecatan masal ini. Mereka ditempatkan di masing-masing titik pengecatan Braga
"Ini dilakukan agar cepat selesai, siang ini kita menargetkan selesai 80 persen selesai," ujar Martha.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(ahy/ahy)











































