"Banyak pengajuan yang harus kami cancel dan perlambatan akhir kuartal empat mencapai 15 persen," ujar Kepala Cabang BTN Bandung Poernomo di sela-sela pelatihan penajaman analis kredit bagi pengelola perkreditan Bank Tabungan Negara (BTN) di Hyatt Regency Bandung, Kamis (18/12/2008).
Poernomo menjelaskan, untuk perumahan yang disubsidi pemerintah akan ada permintaan namun tetap akan mengalami perlambatan. "Kami pun harus lebih selektif karena beberapa perusahaan sudah merumahkan karyawannya," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menegaskan, total kredit perumahan yang disalurkan mencapai Rp 400 miliar dari target sampai akhir tahun Rp 407 miliar. "70 persen penyaluran pada masyarakat penghasilan rendah yang disubsidi pemerintah, sisanya pada kreditur komersial,"akunya.
Selain itu, lanjut Poernomo, BTN akan melakukan penyaluran kredit usaha rakyat. Tiap nasabah bisa mengajukan 5 juta sampai 500 juta. "Namun tetap sektor yang dibidik adalah sektor usaha kecil menengah yang ada hubungannya dengan sektor perumahan, misalnya pengrajin genteng," ujarnya.
Selain penyaluran kredit pada sektor ini, tambah Poernomo, BTN akan memfasilitasi para pengusaha properti dengan pelaku UKM untuk menggunakan produk mereka. "Diharapkan nantinya ada kerjasama dan peluang pasar bagi KUKM," ungkapnya.
(afz/ern)











































