Simulasi aksi teror yang berlangsung sekitar 1 jam ini, dimulai pukul 15.30 WIB hingga 16.30 WIB. Ini merupakan latihan penanggulangan anti teror Yonif 300/RBK Kodam III Siliwangi.
Seolah tidak ada yang menyangka aksi teror akan menyerang hotel berbintang tersebut, para tamu dan pegawai hotel terlihat panik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para teroris ini mulai berpencar untuk melumpuhkan security. Dua orang berada di parkiran, lima orang menuju lantai 2 untuk menguasai hotel dengan menyandera tamu-tamu yang berada di lobi. Sementara tiga lainnya menyandera Wagub di lantai tiga.
Sesaat mereka masuk, terdengar suara ledakan keras dari lantai tiga. Terlihat asap mengepul. Lalu terdengar rentetan tembakan. Sekitar 100 tamu yang berada di lobi, semua tiarap dengan wajah ketakutan. Sandera laki-laki dan perempuan dipisahkan.
Terlihat lima orang teroris yang menggunakan kupluk fullface mengancung-acungkan senjata laras panjang. "Kalau berani kabur, nanti akan kita tembak. Kita tidak main-main," ujar salah seorang teroris.
Beberapa orang dari anggota teroris itu ada yang terus mengeluarkan tembakan. Selongsong peluru terlihat berserakan di mana-mana. Bahkan ada yang mengenai seorang wartawan yang tengah mengambil gambar.
Di luar sudah mulai ada tim Yonif yang menyiapkan tiga tim reader untuk membebaskan sandera. Dari atas gedung, dua orang personil turun pakai tali. Kemudian memecahkan kaca jendela di lantai tiga. Menyusul dua orang lagi. Tiba-tiba terdengar suara ledakan.
Skenarionya untuk membebaskan Wagub, tim Yonif melakukan negosiasi melalui telepon dengan pimpinan teroris. Para teroris ini menuntut pembebasan rekan-rekannya yang dipenjara di LP Batu Nusakambangan.
Setelah negosiasi cukup alot, akhirnya para teroris ini mau mengeluarkan sandera wanita dan anak-anak. Tidak berapa lama kemudian, sandera lainnya pun keluar hotel. Itu setelah tim Yonif berhasil melumpuhkan kelompok teroris. Mereka merupakan anggota rapat yang dipimpin wagub. Namun tak terlihat wagub. Ternyata dia dibebaskan melalui pintu lain.
Ledakan dan rentetan tembakan masih terdengar. Setelah berhenti, enam unit mobil pemadam kebakaran mulai memadamkan api yang mengepul bekas ledakan. Ada beberapa titik api dan asap di lantai tiga.
Selama aksi ini berlangsung, jalan dari perempatan Lembong hingga Jalan Asia Afrika-Braga ditutup. Kendaraan dialihkan ke jalur lain.
(ern/ern)










































