Sholat Jenazah Diimami Ketua MUI Jabar

Iskandar Alisjahbana Meninggal

Sholat Jenazah Diimami Ketua MUI Jabar

- detikNews
Rabu, 17 Des 2008 12:22 WIB
Sholat Jenazah Diimami Ketua MUI Jabar
Bandung - Lima ratusan orang ikut mensholatkan jenazah mantan Rektor ITB periode 1976-1978 Prof Dr Iskandar Alisjahbana di Aula Barat ITB, Jalan Ganesha, Rabu (17/12/2008). Diimami Ketua MUI Jabar Miftah Faridh, keluarga dan seluruh civitas akademika tampak larut dalam duka.

Sekitar pukul 11.55 WIB, dengan menggunakan ambulance, jenazah langsung dibawa ke tempat pemakaman keluarga di Tugu, Puncak, Bogor. Sebelumnya, jenazah disholatkan di Aula Barat ITB. Tampak hadir, Rektor ITB Djoko Santoso, Rektor Unpad Ganjar Kurnia, serta dekanat Sekolah Teknik dan Elektro Informatika.

Puluhan kendaraan pun yang diisi kerabat maupun rekan almarhum, mengiringi kepergian penerima anugerah Sewaka Winayaroha Karya Satya dari Dirjen Dikti pada 2007 atas jasanya memberikan ide pembuatan satelit Palapa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sudjana Sapi'ie, mantan koordinator rektorium yang menggantikan Iskandar sebagai rektor ITB tahun 1978 mengenal sosok almarhum sebagai orang yang memiliki ide dan gagasan yang brilian, yang tidak pernah dipikirkan orang-orang di zamannya. "Contohnya pembuatan satelit," tutur Sudjana.

"Dia juga orang yang tegar ketika menghadapi pendudukan tentara di ITB dengan mengatakan bahwa, ITB milik masyarakat bukan pemerintah. Sehingga pemerintah tidak boleh sewenang-wenang terhadap ITB," lanjutnya.

Iskandar mendirikan PT Radio Frekuency Comunication dan menjadi Presdir pertama. Menurut anak sulungnya, Andi Alisjahbana itu karena persoalan politik negara, perusahaan ini harus tutup dan diambil alih oleh keluarga Cendana. "Padahal itu merupakan perusahaan pertama yang mengumpulkan para entrepreneur ITB," katanya.

Karena persoalan politik juga, Iskandar diminta mengundurkan diri oleh pemerintah pada 1978. "Momen itu bukan hanya kemunduran dirinya jadi rektor,tapi kemunduran cita-ciota teknologi Indonesia yang mandiri telah terkubur," kata Andi.

(ern/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini