Sekitar pukul 11.55 WIB, dengan menggunakan ambulance, jenazah langsung dibawa ke tempat pemakaman keluarga di Tugu, Puncak, Bogor. Sebelumnya, jenazah disholatkan di Aula Barat ITB. Tampak hadir, Rektor ITB Djoko Santoso, Rektor Unpad Ganjar Kurnia, serta dekanat Sekolah Teknik dan Elektro Informatika.
Puluhan kendaraan pun yang diisi kerabat maupun rekan almarhum, mengiringi kepergian penerima anugerah Sewaka Winayaroha Karya Satya dari Dirjen Dikti pada 2007 atas jasanya memberikan ide pembuatan satelit Palapa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia juga orang yang tegar ketika menghadapi pendudukan tentara di ITB dengan mengatakan bahwa, ITB milik masyarakat bukan pemerintah. Sehingga pemerintah tidak boleh sewenang-wenang terhadap ITB," lanjutnya.
Iskandar mendirikan PT Radio Frekuency Comunication dan menjadi Presdir pertama. Menurut anak sulungnya, Andi Alisjahbana itu karena persoalan politik negara, perusahaan ini harus tutup dan diambil alih oleh keluarga Cendana. "Padahal itu merupakan perusahaan pertama yang mengumpulkan para entrepreneur ITB," katanya.
Karena persoalan politik juga, Iskandar diminta mengundurkan diri oleh pemerintah pada 1978. "Momen itu bukan hanya kemunduran dirinya jadi rektor,tapi kemunduran cita-ciota teknologi Indonesia yang mandiri telah terkubur," kata Andi.
(ern/ern)










































