Hal itu tentu saja membuat para pengusaha bunga kebingungan. Seperti dituturkan Ganda Suganda (62) yang membuka jasa di bidang dekorasi taman. "Ekonomi global menyulitkan masyarakat kecil. Mereka menjerit karena bunga nggak laku," tuturnya kepada detikbandung, Senin (15/12/2008).
Menurut Ganda, daripada untuk membeli bunga, masyarakat lebih mementingkan untuk kehidupan sehari-hari. Dibandingkan krisis moneter yang terjadi tahun 1997, krisis yang dialami para pedagang saat ini lebih parah. "Tidak hanya dollar yang naik, bensin dan lain-lain. Sekitar 70 persen omzet turun," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski diakuinya, menjamurnya wisata kuliner di kawasan Cihideung dengan kemunculan resto-resto atau cafe, menambah jumlah pengunjung bagi wisata bunga. "Tapi kebanyakan mereka hanya jalan-jalan saja di Cihideung tidak untuk beli bunga," ujarnya.
Ganda pun mengharapkan perekonomian global cepat pulih sehingga membangkitkan perekonomian Indonesia. Sampai saat ini pun, diakui Ganda, pemerintah baru memberikan batuan sebatas infrastruktur, untuk hal lain merupakan upaya dari para pedagang sendiri.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (ema/ern)










































