Pengusaha Otobus Tidak Turunkan Tarif

Harga BBM Turun

Pengusaha Otobus Tidak Turunkan Tarif

Baban Gandapurnama - detikNews
Senin, 15 Des 2008 14:08 WIB
Pengusaha Otobus Tidak Turunkan Tarif
Bandung - Himpunan Pengusaha Otobus Seluruh Indonesia (HIPOBSI), tidak akan menurunkan tarif penumpang meski harga BBM khususnya solar telah diturunkan pemerintah. Seperti diketahui, pemerintah baru saja menurunkan harga solar dari Rp 5.500 menjadi  Rp 4.800 per liter.

Dedi Hasan, Ketua Umum HIPOBSI, mengatakan para pengusaha telah sepakat tidak menurunkan tarif, karena tidak sebanding dengan ongkos operasional perusahaan.

"Kami para pengusaha bis sudah sepakat untuk tidak menurunkan tarif dan kami pun sudah menyampaikan pada pengurus Organda Pusat  di Jakarta."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Dedi, ada ragam hal yang memberatkan penurutan tarif. Diantaranya adalah harga suku cadang. Ia mengatakan harga suku cadang bus saat ini malah naik sekitar 100%-200%.

Dia meoncontohkan, misalnya harga satu set karet master kopling awalnya seharga Rp 300 ribu, saat ini naik menjadi Rp 700 ribu atau satu unit blok mesin melonjak menjadi Rp 20 juta, padahal tadinya hanya Rp 8,5 juta.

"Terlalu berat buat kami menurunkan tarif saat ini," ujarnya saat ditemui di kantornya, Jl Padasuka No 29, Senin (15/12/2008).

Dedi mengatakan, penurunan tarif penumpang baru bisa dilakukan jika pemerintah mau menurunkan tarif solar menjadi Rp 4000. Dengan begitu, kata Dedi, pengusaha bisa menurunkan tarif sebesar 20% dari tarif yang saat ini berlaku.

"Tapi importir suku cadang juga harus menurunkan harga jual suku cadangnya,"  kata pengusaha bus Sari Harum ini.



Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (ern/ern)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads